Panwascam awasi distribusi logisti tiap kecamatan di Majalengka
Pendistribusian logistik ke sejumlah kecamatan mendapat pengawasan dari panitia pengawas pemilihan umum kecamatan (Panwascam) saat logistik tiba di kecamatan atau PPK setempat.

Elshinta.com - Pendistribusian logistik ke sejumlah kecamatan mendapat pengawasan dari panitia pengawas pemilihan umum kecamatan (Panwascam) saat logistik tiba di kecamatan atau PPK setempat.
Pengawasan pendistribusian logistik seperti yang dilakukan Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Logistik berupa bilik suara telah tiba di Kecamatan Kadipaten sebanyak 552 bilik suara, sesuai dengan jumlah TPS yaitu 138 TPS kali 4 bilik suara.
Ketua Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Kadipaten sekaligus koordinator divisi SDM dan data informasi, Ate Sidik mengatakan untuk kecamatan Kadipaten baru menerima bilik suara yang tiba di kecamatan kadipaten sebanyak 552 bilik suara.
"Karena bilik suara yang diterima per TPS adalah 4 kali 138 TPS berarti 552. Dan logistik berikutnya yang akan datang ke PPK Kecamatan Kadipaten adalah kotak suara, dan kelengkapan logistik pemilu lainnya kebetulan tanggalnya 8 Februari," kata Ate Sidik Minggu (4/1).
Dijelaskan Ate, dalam pelaksanaan pengawasan logistik yang tiba. Panwascam berpedoman pada 5 ketepatan yaitu ketepatan jenis, ketepatan kualitas, ketepatan jumlah, ketepatan sasaran dan ketepatan ukuran.
'Kami menerapkan dalam pengawasan logistik itu 5 ketepatan yaitu ketepatan jenis logistik yang dikirim atau diterima PPK, kedua kita menetapkan ketepatan kualitas dari logistik yang kita terima, ketiga harus menentukan ketepatan jumlah logistik yang menjadi kebutuhan untuk wilayah kecamatan kadipaten," paparnya.
"Kita juga menentukan tepat sasaran ketika logistik itu mau dikirim ke Kecamatan Kadipaten mudah-mudahan tidak tertukar dengan kecamatan atau dapil lain, dan kelima ketepatan dalam ukuran," tambahnya.
Ate berharap, dengan berpedoman pada lima ketepatan tersebut panwascam di wilayahnya dapat mengawasi logistik secara efektif dan akurat.
Selain itu, Ate juga menyinggung tempat penyimpanan logistik yang menurutnya akan segera dilakukan pengecekan hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan terhadap logistik pemilu akibat lembab, terkena air atau dimakan tikus.
"Dan untuk penyimpanan logistik, PPK Kecamatan Kadipaten telah menyewa gedung PGRI tapi nanti akan berkoordinasi dengan PPK untuk kroscek keamanan gedung tersebut. Apakah ada kebocoran, lembab yang akan berpengaruh terhadap logistik pemilu tersebut," ujar Ate,
"Kita tahu bahan-bahan logistik pemilu tersebut dari bahan kertas yang akan mudah rusak saat bersentuhan dengan air. nanti hasil kroscek kami akan menyampaikan ke media atau ke sumber lain, (bagaimana) dari kualitas gudang tersebut," ungkapnya.
Ketua Panwascam Kadipaten ini juga berharap tahun 2024 ini tidak ada keterlambatan logistik ke sejumlah kecamatan sehingga pemilu tahun 2024 lebih baik dari tahun 2019.
"Saya berharap kalau berkaca dari tahun 2019, mungkin kita tahu banyak keterlambatan dalam pendistribusian mudah-mudahan pemilu 2024 semuanya akan lebih baik dari 2019," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Senin (5/2).
Sementara seperti diketahui, KPU Majalengka sejak 29 Januari 2024 telah mendistribusikan logistik pemilu yang diawali dapil 5 Majalengka tepatnya di kecamatan Lemahsugih. KPU Majalengka menyebut target pendistribusian logistik pemilu yakni 13 hingga 15 hari.